IT Inventory Kepabeanan adalah sistem informasi berbasis teknologi (komputer/software) yang digunakan oleh perusahaan yang berada di bawah pengawasan Bea dan Cukai, seperti:
Kawasan Berikat (KB)
Gudang Berikat (GB)
Tempat Penimbunan Berikat (TPB)
Sistem ini berfungsi untuk mencatat, memantau, dan melaporkan pergerakan barang impor dan ekspor yang berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Tujuan IT Inventory
Transparansi dan akuntabilitas barang yang masuk dan keluar.
Mendukung pengawasan Bea Cukai secara real-time.
Menghindari penyimpangan, penyelundupan, atau penyalahgunaan barang.
Mempermudah perusahaan dalam pelaporan dan audit.
Fungsi dan Kegunaan IT Inventory
| Fungsi | Penjelasan |
|---|---|
| Pencatatan Barang | Mencatat secara detail barang masuk (impor) dan keluar (ekspor/lokal). |
| Perhitungan Stok Otomatis | Menghitung stok secara real-time setiap ada pemasukan/pengeluaran barang. |
| Pelacakan Barang (Traceability) | Setiap barang bisa dilacak asal-usul dan tujuannya. |
| Laporan Otomatis | Menghasilkan laporan stok, laporan pergerakan barang, laporan bulanan, dll. |
| Integrasi Dokumen BC | Terhubung dengan dokumen kepabeanan seperti BC 2.3, BC 4.0, dll. |
| Terhubung ke CEISA DJBC | Mengirim data otomatis ke sistem Bea Cukai pusat (CEISA = Customs-Excise Information System and Automation). |
| Audit Trail | Menyimpan log aktivitas user/admin untuk keperluan audit DJBC. |
Manfaat bagi Perusahaan
Mempermudah urusan kepabeanan, karena semua data terdokumentasi dengan baik.
Menghindari sanksi dari Bea Cukai akibat pencatatan manual yang tidak akurat.
Mempercepat proses pengeluaran dan pemasukan barang, karena tidak perlu manual lapor.
Meningkatkan efisiensi operasional dan kepercayaan regulator terhadap perusahaan.
Menjadi salah satu syarat izin fasilitas berikat (tanpa IT Inventory, izin bisa dicabut).